Money&I Vol 66

Reviews :

Rp 32.500

Namanya Eko Supriyanto, perawakannya kecil dan lincah. Profesinya adalah dancer. Namun jika membaca jejak karirnya, tampak bahwa Eko Supriyanto bukan sembarang dancer. Salah satu pencapaian terbaiknya, ketika Eko terpilih sebagai salah satu penari latar diva kelas dunia, Madonna.

Seniman veteran ini tidak pernah lelah mempopulerkan budaya-budaya daerah ke berbagai pelosok, bahkan mancanegara. Ada pula Anne Avantie, perancang busana yang konsisten lewat karya kebaya. Di dunia perfilman, ada Garin Nugroho yang masih kental dengan idealisme daerahnya. Dan masih ada sejumlah seniman lain yang bertahan untuk terus mengampanyekan, betapa kayanya budaya bangsa Indonesia yang ironisnya saat ini, tengah dalam kondisi tidak terjaga.

Namun di tengah kemandegan yang terjadi, khususnya di kelompok muda, kami justru bertemu dengan Putu Gede Suarsana, anak muda yang justru berani mengambil arus yang berbeda. Melalui galeri lukisan yang dikelolanya bersama Ayahanda, Tunik, begitu sapaan akrabnya, tak hanya berusaha untuk menjaga seni dan budaya daerah. Tunik juga bisa me-monetize aktivitas berkesenian sebagai sebuah bisnis yang profitable.

Out of stock

Description

Namanya Eko Supriyanto, perawakannya kecil dan lincah. Profesinya adalah dancer. Namun jika membaca jejak karirnya, tampak bahwa Eko Supriyanto bukan sembarang dancer. Salah satu pencapaian terbaiknya, ketika Eko terpilih sebagai salah satu penari latar diva kelas dunia, Madonna.

Dalam wawancaranya dengan sebuah stasiun televisi, Eko menceritakan bagaimana dirinya berhasil terpilih sebagai salah satu penari latar tur konsep Madonna lewat proses seleksi yang super ketat. “Saya membawakan tarian tradisional daerah yang saya kombinasikan dengan modern dance. Rupanya hal ini membuat tim panitia terkesan dan memasukkan saya sebagai salah satu penari latar Madonna,”ujarnya.

Sekembalinya ke Indonesia, Eko sekarang tengah giat mengajak generasi muda untuk melestarikan budaya Indonesia. Salah satunya dengna rutin menggelar acara tari besar dan dialog-dialog mengenai tari.

Eko tidak sendiri, sebelumnya telah ada nama Didik Nini Thowok. Seniman veteran ini tidak pernah lelah mempopulerkan budaya-budaya daerah ke berbagai pelosok, bahkan mancanegara. Ada pula Anne Avantie, perancang busana yang konsisten lewat karya kebaya. Di dunia perfilman, ada Garin Nugroho yang masih kental dengan idealisme daerahnya. Dan masih ada sejumlah seniman lain yang bertahan untuk terus mengampanyekan, betapa kayanya budaya bangsa Indonesia yang ironisnya saat ini, tengah dalam kondisi tidak terjaga.

Namun di tengah kemandegan yang terjadi, khususnya di kelompok muda, kami justru bertemu dengan Putu Gede Suarsana, anak muda yang justru berani mengambil arus yang berbeda. Melalui galeri lukisan yang dikelolanya bersama Ayahanda, Tunik, begitu sapaan akrabnya, tak hanya berusaha untuk menjaga seni dan budaya daerah. Tunik juga bisa me-monetize aktivitas berkesenian sebagai sebuah bisnis yang profitable.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Money&I Vol 66”

Your email address will not be published.

Money & I Team © 2018 . All Rights Reserved

Flag Counter