Money&I Vol 67

Reviews :

Rp 32.500

Sejumlah prediksi para pengamat dan praktisi yang kami minta opininya waktu itu. Mulai daro pelaku bisnis properti, pengamat ekonomi, praktisi dunia industri komoditas, kepala Bursa Efek Indonesia Denpasar, bahkan pelaku industri digital. Mereka semua sepakat dengan memprediksi bahwa 2015 akan menjadi tahun yang berat, tahunya cuci piring.

Dan betul saja, ketika dolar akhirnya menembus angka Rp. 14.000, kepanikan mulai terjadi. Ketakutan akan krisis sebagaimana 1998 dikhawatirkan terulang.

Dan sebagai majalah yang mengupas soal keuangan dan investasi, ditambah lagi dengan 3 dari  8 kontributor utama kami yang juga turut menyumbangkan pemikirannya soal kondisi Indonesia kekinian dari perspektif ekonomi. Maka tidak ada alasan rasanya bagi kami untuk tidak mengangkat kembali tema ini sebagai topik utama.

Tak ketinggalan kami sertakan rubrik interview dengan salah satu musisi lawas tanah air yang namanya lama tak terdengar, Tohpati. Kali ini, gitaris yang juga pencipta sejumlah lagu-lagu hits ini, tampil dengan format trio. Bersama Indro Hardjodikoro (basis banda Halmahera) dan Bowie (drumer band Gugus Blues Shelter). Trio ini pun memperkenalkan dirinya sebagai Tohpati Bertiga.

Out of stock

Description

Dalam rencana kami di tahun 2015 ini, beberapa tema dan kajian sejumlah ide bisnis sudah kami rancang untuk dipaparkan secara berkala setiap edisi. Namun, setelah diawal tahun kami mengangkat tema soal “2015: The Year Of Living Dangerously”, maka di edisi kali ini, kami kembali mengangkat tema tersebut dalam rubrik utama Special Feature.

Bukan tanpa alasan kami melakukan ini, semua orang merasakan bahwa perekonomian kita tak menjadi lebih baik dalam kurun semester pertama tahun ini.

Sejumlah prediksi para pengamat dan praktisi yang kami minta opininya waktu itu. Mulai daro pelaku bisnis properti, pengamat ekonomi, praktisi dunia industri komoditas, kepala Bursa Efek Indonesia Denpasar, bahkan pelaku industri digital. Mereka semua sepakat dengan memprediksi bahwa 2015 akan menjadi tahun yang berat, tahunya cuci piring.

Dan betul saja, ketika dolar akhirnya menembus angka Rp. 14.000, kepanikan mulai terjadi. Ketakutan akan krisis sebagaimana 1998 dikhawatirkan terulang.

Dan sebagai majalah yang mengupas soal keuangan dan investasi, ditambah lagi dengan 3 dari  8 kontributor utama kami yang juga turut menyumbangkan pemikirannya soal kondisi Indonesia kekinian dari perspektif ekonomi. Maka tidak ada alasan rasanya bagi kami untuk tidak mengangkat kembali tema ini sebagai topik utama.

Selain topik utama tersebut, kami juga tetap menghadirkan sejumlah berita dan peliputan terkait dengan berbagai event yang diadakan sepanjang bulan Agustus lalu. Tak ketinggalan kami sertakan interview kami dengan salah satu musisi lawa tanah air yang namanya lama tak terdengar, Tohpati. Kali ini, gitaris yang juga pencipta sejumlah lagu-lagu hits ini, tampil dengan format trio. Bersama Indro Hardjodikoro (basis banda Halmahera) dan Bowie (drumer band Gugus Blues Shelter). Trio ini pun memperkenalkan dirinya sebagai Tohpati Bertiga.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Money&I Vol 67”

Your email address will not be published.

Money & I Team © 2018 . All Rights Reserved

Flag Counter